November 13, 2009

Pusat Kuala Lumpur ~eps 3: ragam manusia~

Posted in Culture, Food, Places, Travel tagged , , , , , , , , , at 10:51 am by blindheart

Salam 1Malaysia,

Baik! Kali ni saya nak sambung balik cerita saya di KL Sentral atau saya saja letak Pusat Kuala Lumpur. Entri kali ni pasal ragam manusia. Macam yang saya cakap dalam entri lepas yang macam-macam ragam manusia kita boleh lihat di KL Sentral. Yup! Macam-macam. Lucu, sedih, menyakitkan mata, tersentuh, gembira dll. Semua punya persepsi sendiri, jadi saya tak mahulah mengulas dengan lebih panjang pasal gambar yang akan saya letak.

ragam manusia 1 - mywilayah

Mungkin melepaskan penat sementara menanti bas/keretapi

Pemandangan sebegini bukan aneh atau memalukan, bahkan saya panggil ‘mengumpul tenaga sebelum menyambung perjalanan’. Sekiranya kita terawal tiba di KL Sentral ataupun, disebabkan keadaan yang tidak dirancang. Kemudian, keadaan badan sangat penat. Maka salah satu jalan keluar, adalah tidur seketika. Haha! Apa boleh buat kan.

ragam manusia 2

Eh! Tengah buat apa tu?

Haha! Gambar yang ini, saya tiada komen. Tengah tengok kalau-kalau ada benjol kot.

ragam manusia 3

Sedang berbual sementara menanti bas

Pusing-pusing sekitar KL Sentral ni, lupa pula masih belum makan. Hmm. Apa kata cuba sesuatu yang baru. Bila toleh kiri kanan, ternampak satu kedai makan atau ‘Warong Kita’.

Warong Kita

Warong Kita

Oklah! Sampai sini dulu. Nanti saya cerita apa yang saya makan di Warong Kita, entri seterusnya…

November 12, 2009

Pusat Kuala Lumpur ~eps 2~

Posted in Building, Culture, Food, Places, Travel tagged , , , at 7:34 am by blindheart

Halo haa~!

Mari kita sambung bercerita pasal jalan-jalan saya di KL Sentral. Bila masuk je bangunan KL Sentral tu, suasana warna warni menarik perhatian saya. Yelah, cuba bayangkan kalau dicat dengan warna-warna yang kurang menyerlah. Hmm..

Stesen komuter di KL Sentral

Stesen komuter di KL Sentral

Kan menarik kalau begini. Bila benda yang dari mula nampak menarik, kita akan terbiasa jadi kita kurang hargai apa yang sepatutnya kita hargai.

Mase saya sampai ni, masih kurang orang. Tapi kalau waktu orang panggil ‘peak hour’, huihh! Kalau bersesak-sesak dan nak terlanggar orang, itu dah jadi perkara biasa. Tapi kalau nak terlanggar orang tu, cepat-cepat senyum dan minta maaf ye!

Dalam KL Sentral

Dalam KL Sentral

Tak tahu la kalau orang lain perasan atau tidak, tapi ada beberapa ‘gerai’ kecil jual berbagai-bagai barang. Apa pentingnya semua tu? Laku ke? Bagi saya, benda-benda tu semua sangat menarik. Kadang-kala dari jauh mata saya dah nampak benda yang menarik tu. Dah beberapa kali saya beli dan buat perhiasan kat rumah. Ada juga barang-barang yang dijual tu adalah hasil buatan tangan. Bukan senang nak jumpa.

Pemandangan dari atas - KL Sentral

Pemandangan dari atas - KL Sentral

Menarik kan? Ini pemandangan dari atas diambil di KL Sentral. Kalau tak mengejar masa, saya suka lepak di level atas KL Sentral. Tengok ragam manusia.

Pemandangan dari atas - Kl Sentral

Pemandangan dari atas - Kl Sentral

Banyak lagi yang saya nak cerita. Tapi kita berhenti di sini dulu k. . bersambung..

November 11, 2009

Pusat Kuala Lumpur ~eps 1~

Posted in Building, Culture, Food, Places, Travel tagged , , at 7:00 am by blindheart

Kalau tanya orang KL, atau orang Malaysia, apa tempat yang boleh melambangkan pusat Kuala lumpur. Saya rasa antara jawapan-jawapannya adalah KLCC, KL tower, KL Sentral dan macam-macam lagi. Saya pilih KL Sentral la dulu. Sebab bagi saya, kalau tiada KL Sentral ni KL akan jadi seperti bandar biasa yang lain. Haha! Jadi KL takkan jadi bandar luar biasa. Baiklah! Abaikan saya kalau terlalu mengarut.

Sekali lagi kalau tanya orang, apa ada kat KL Sentral tu?

1. Pusat pengangkutan awam

2. Boleh dikatakan tengah-tengah bandaraya kita, KL

3. Senang untuk dijadikan tempat janji, sebab semua orang kenal.

4. Ada banyak lagi ahahah!

map KL

KL Sentral

OK! Jom jalan-jalan sekitar KL Sentral. Mungkin kita dah biasa pergi KL Sentral. Bukan Mungkin. Dah biasa sangat. Tapi disebabkan dah biasa sangat kita tak ambil kisah apa yang ada kat KL Sentral.

KL Sentral

KL Sentral

Bila dah sampai kat KL Sentral, nasib baik tak ramai orang. Sebab saya pergi hari minggu, bukan hujung minggu. Semua orang tahu kan bagaimana keadaan KL Sentral kalau hujung minggu. Penuh! Sesak! Tapi semua senang dengan kemudahan yang ada di KL Sentral.

Depan KL Sentral

Depan KL Sentral

Jadi, dah sampai depan KL Sentral nih nak buat apa pulak? Bila terjenguk-jenguk cari idea nak buat apa, perasan tak yang kebersihan KL Sentral memang terjaga. Tak tahu la kalau-kalau saya sampai waktu ‘cleaner’ baru lepas sapu sampah. Tapi setakat ni, saya memang bangga kalau bercerita pasal kebersihan KL Sentral.

Saya ada ke negara lain, negara apa tu lain cerita. Tapi apa yang hendak saya bandingkan di sini, orang di negara-negara seperti UK, Spain/Sepanyol, Turki dan beberapa negara Eropah berbangga kerana mereka mempunyai bangunan-bangunan berusia lebih 200 tahun. Kalau hendak dibandingkan, memang la Malaysia atau lebih tepat, KL tidak layak pon masuk pertandingan. Tapi kalau dari segi struktur bangunan, kita boleh berbangga sebagai orang KL.

Bangunan kebanggaan kita

Bangunan kebanggaan kita

Kisah perjalanan saya.. bersambung..

November 10, 2009

Old is precious

Posted in history tagged , , , , , at 10:20 am by blindheart

We sometimes forgot to appreciate how we get here nowadays. Without a road, we won’t get here and without bridge we won’t know where we will end up. How about a few seconds of reminiscence and let us learn something from it. Nothing wrong with it, rite?

A few days ago, when I was at a donuts and coffee shop. I saw an old loving couple pass by the shop. Holding hands and chatting. Maybe some of us might find it natural but how they can be in such happiness, we don’t know. Even the rate of divorce is increasing and we still saying that old-fashioned stuff is not working for us. Come on, let’s admit that modern still can’t guarantee a life to us.

I’ve been thinking about this since I read this article. Let’s have a look.

Connecting the Stone Age to the digital era

2009/11/02

KUALA LUMPUR: The first interactive museum in Malaysia, Museum Telekom, has been operating for 15 years and it is still engaging the interest of visitors from around the world.

mywilayah - phonebook

The first telephone directory in Malaya. — Pictures by Goh Thean Howe

It is a two-storey building. The primitive tools of communication are displayed on the ground floor, and the modern gadgets upstairs.

The first section on the ground floor shows communication in the stone age. Smoke signals are stated as the earliest known form of telecommunication.

There are reproductions of Neolithic paintings on rocks found in Tambun Caves, Perak, which archeologists believe was used to convey messages.

In ancient times, the Malays used a wooden log called the “knock-knock” to produce sounds to transmit a message. A replica of it is available for visitors to hit.

There are also replicas of the sampan and a ceramic model of the elephant, both of which were used to carry messages in the old days.

The Morse code station, the first modern telecommunication technology used in the second half of the 19th century, is at the second section.

In here, you will find a maritime radio telephone station, old phone directories, including the first edition in Malaya, and “candlestick” telephones.

The Japanese Occupation from 1942 to 1945 represents a dark passage in the history of Malaysian communication and a corner is set up to remember that period.

Upstairs, you are led back to familiar territory with the display of models of the first cellular phones that used the Atur 450 analogue network.

High-tech equipment like fibre optic cables and satellite decoders that form the backbone of Malaysia’s telecommunication network, are also on this floor.

There is a video lounge screening the history of telecommunications and an area for school children to play games.

Museum chief operating officer, Mohd Affandi Abdullah, said the museum received almost 100 visitors a day last year. He hoped to double that figure this year.

There are free shuttle services between KL Tower and the museum, which is managed by KL Tower Management.

Visitors get a coupon which entitles them to a mystery gift.

The museum is open daily from 9am to 5pm. Admission is free.

For details, call 03-2031 9966 or visit http://www.muziumtelekom.com.my.

Beginning today, we will highlight some lesser known but nonetheless interesting museums in the Klang Valley. We kick off the series with the Museum Telekom where RIZUWAN ZAINI traces the history of communication.

Source: NST

Old is not bad. Old in a way is good. But for sure old is precious.